diwaktu di pagi itu aku masih duduk di kelas 5 madrasah. pagi itu sebelum terjadi gempa dan tsunami kami sedang asyik nonton doraemon di RCTI bersama adekku arif, ketika itu si arif ngajak main sepeda di tepi dermaga kapal di belakang rumahku, tapi tiba-tiba perutku sakit, dan akhirnya kami ga jadi main sepeda waktu itu. tiba-tiba lampu bergoyang melambai-lambai, aku kira aku sakit pusing tapi mamaku bilang dari dapur, matikan tvnya dan disuruh keluar rumah, aku melihat di sekitarku ada yg menjerit, ada yg menagis, ada yg istighfar dan aku juga melihat bangunan ada yg pecah kaca rumahnya, pohon -pohon banyak yang tumbang, jalanan banyak yg retak dan mengira waktu itu adalah hari kiamat. tidak lama kemudian, gempapun berhenti, dan semuanya beraktivitas seperti biasanya. Ayahku pulang dari berbelanja dan mengajakku sarapan pagi, dan aku mensegerakannya. ketika aku sedang enak sarapan pagi, sambil pegang sendok, tidak pakai jilbab dan tidak pakai alas kaki ( sendal ) aku tengok keluar rumah, semua orang berhamburan dan berkata air pasang, jujur aku ga ngerti maksud perkataan mereka waktu itu, terus tiba-tiba ayah bilang, pergi lari ke dataran tinggi, kata ayah pegang mama, nenek dan adek jgn sapai lepas. tapi waktu itu aku terpencar sendiri, aku menangis mencari ayahku, mamaku, adekku, dan nenekku dan aku kembali ke arah rumah untuk mencari mereka semua. Alhamdulillah aku bertemu dengan ayahku dan aku langsung memeluk ayahku dgn erat dan ayahku tanya dimana mama, nenek dan arif dan aku bilang aku ga tahu dimana mereka sambil menangis. dan akhirnya kami mencari mama, nenek dan arif. dan Alhamdulillah pada ketemu dan berkumpul semuanya keluargaku. Alhamdulillah kami punya rumah di atas bukit, dan kami buat baskem penampungan buat yg kehilangan rumahnya untuk sementara. sejak itu mamaku ga mau tidur di dalam rumah karena trauma dan mau ga mau aku temani mama tidur diteras rumah. banyak persaudaraan tercipta ketika itu dirumah.
oh iya, ketika itu bundaku diselamatkan oleh seekor ular pyton besar waktu tsunami, dia ga sadar ternyata dia pegang ular hingga selamat, di kira itu pohon kali yah sama bundaku, semua orang kaget yg di pegang sama bundaku itu ular ternyata, wakaka...
aku kehilangan sahabat terbaikku namanya Raisa Fitriah, dia ditelan tsunami waktu itu di banda aceh. jujur aku lemas dan menangis terpukul kehilangan sahabat terbaikku. ayahnya datang kesekolah menjumpaiku dan menangis dan berkata anak bapak udh ga ada nak.. ayahnya tinggal sebatang kara, semua keluarganya disapu tsunami dan ga lama kemudian ayahnya raisapun dipanggil Allah karena sakit jantung.
aku sempat ga percaya kalau raisa udah ga ada, aku akhirnya mencari nama raisa di daftar orang yang hilang, didaftar orang yg meninggal tapi usahaku sia-sia belaka. orang yang ku cari tidak ketemu. sungguh malang nsip sahabatku itu.dia sering datang ke mimpiku mengajak main dan aku suka bilang raisa kamu dimana tapi dia hanya diam.
sekarang aku udah mengikhlaskan kepergian dia, semoga aku bisa bertemu denganmu raisa di dlm syurga nanti.. aku selalu rindu dgnmu raisa, semoga kamu teringat dgnku yah raisa fitriah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar